Tracking Fraud Perpetrators

Fraud merupakan kecurangan yang telah disiapkan sedemikian rupa agar pelaku mendapatkan keuntungan dari sesuatu yang bukan haknya. Dari case-case yang telah terungkap, pelaku fraud melakukan modus operandi secara berkelompok. Di dalam teori fraud pun ada banyak skema kejahatan yang mungkin terjadi. Salah satu skema pendukungnya adalah penyalahgunaan otorisasi yang dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki otorisasi maupun tidak dengan melakukan manipulasi pencatatan, pencurian account untuk melakukan kejahatan, maupun pencurian data yang bersifat rahasia.

Terkait hal ini terbitlah sistem ERP yang digunakan sebagai pencatatan segala aktivitas perusahaan dengan salah tujuan untuk meminimalisir dan pencegahan fraud yang terjadi dalam kegiatan perusahaan. Lalu bagaimana jika perusahaan yang telah mengimplementasi sistem ERP namun masih terdeteksi adanya kecurangan dalam proses pencatatan di dalam sistem ERP yang dimilikinya?  Ada berbagai cara untuk mendeteksi kecurangan, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Namun, sangat disarankan untuk mencari tahu letak kesalahan dari sisi internal perusahaan terlebih dahulu. 

Sebelum beranjak untuk mencari subjek yang melakukan kegiatan kecurangan, pihak internal harus mengetahui objek kecurangan nya terlebih dahulu dengan cara tracing dokumen transaksi yang mencurigakan ataupun dokumen yang tidak sepatutnya berada dalam transaksi perusahaan, hal ini dapat dilakukan oleh tim audit internal. Jika dokumen-dokumen yang dicurigai adanya tindak kecurangan telah ditemukan, langkah untuk pencarian subjek baru dapat dilakukan di ERP Run System dengan cara menelusuri dokumen tersebut dan mencari tahu user atau PIC atas transaksi tersebut. Untuk penelusuran lebih jauh atas kegiatan user tersebut, dapat dilakukan dengan pengecekkan login history pada menu System Tools – Login History. Dengan menu tersebut, perusahaan akan mengetahui tersangka fraud tersebut melakukan login di sistem secara detail, dari mulai tanggal, jam, hingga IP yang digunakan untuk login pada sistem. Setelah itu untuk mengetahui kegiatan yang lebih detail dari user tersebut dapat dilakukan dengan cara membuka menu System Tools – Monitoring Application History yang bertujuan untuk mengetahui log atau history kegiatan user telah melakukan transaksi apa saja di rentang waktu tertentu agar dapat disandingkan dengan dokumen yang telah dicurigai sebelumnya. Selain itu jika transaksi yang dicurigai tersebut membutuhkan approval, user dapat melihat approver pada menu System Tools – Document Approval Setting, dengan data-data tersebut pihak perusahaan dapat melakukan konfirmasi kepada beberapa tersangka modus operandi tersebut.

Was this helpful?

0 / 0

Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *