Perbedaan Satuan (UoM) Barang (Master Item) 

Satuan barang menjadi hal utama ketika sebuah perusahaan akan melakukan pembelian, perpindahan/pergerakan maupun pengolahan barang. Barang-barang tertentu memiliki berbagai macam satuan yang membuat bias dalam menjalankan bisnis proses di sebuah perusahaan, lalu bagaimana contoh kasus dan solusinya?

Skenario kasus yang bisa saja terjadi dalam bisnis proses perusahaan adalah saat Departemen produksi dan penjualan membutuhkan 10 ton buah apel dan meneruskan permintaan tersebut kepada departemen pembelian dan diproses dengan melakukan MR (material request) atau permintaan pengadaan 10 ton apel. Selanjutnya, departemen keuangan atas perintah manajemen hanya memperbolehkan melakukan pengadaan sebanyak  5 ton sesuai dengan kapasitas kendaraan angkut yang dimiliki. Pada akhirnya, barang tersebut telah diterima di gudang, sesuai dengan SOP penerimaan barang maka barang tersebut rapikan dan disusun agar terjaga dengan baik, barang tersebut dimasukkan ke dalam sebuah karung 1 Kg untuk bisa segera diproduksi, departemen produksi meminta pihak gudang untuk mengirimkan 100 karung 1 Kg untuk bisa masuk area produksi, selanjutnya 100 box apel tersebut diproduksi menjadi sebuah minuman jus apel sebanyak 1000 botol. Departemen penjualan langsung menjual apel ke mitra kerja dengan packaging Dus sebanyak 1000 Dus

Pada kasus tersebut, setiap departemen memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap satuan buah apel lalu bagaimana sebuah sistem dapat mengatasi masalah tersebut? Setiap Item yang di inputkan pada Run System dapat dikonversikan untuk mengakomodir hal tersebut 

pada gambar tersebut, Inventory UoM memiliki 3 jenis satuan yang dapat dikonversikan ke satuan lainnya tergantung dengan kebutuhan perusahaan atau proses bisnisnya. Sebagai contoh pada konversi satuan ton yang menjadi 1000 Kg dan 1000 Box begitupun seterusnya pada konversi kedua dan ketiga 

Was this helpful?

0 / 0

Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *