Tingkat Klasifikasi Item
Strategi digunakan pada pengadaan dalam mendapatkan barang atau jasa yang tepat kualitas, tepat kuantitas, tepat waktu, tepat sumber, dan tepat harga berdasarkan aturan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Variasi kebutuhan setiap departemen dalam suatu perusahaan dapat dibatasi dengan adanya anggaran. Anggaran dapat menjadi perkiraan pengeluaran selama periode waktu tertentu di masa depan dan biasanya disusun dan dievaluasi ulang secara berkala.
Tugas dari perusahaan untuk bisa tercapainya strategi pengadaan yang tepat juga tidak terlepas dari sistem pengelolaan inventori. Mengelola data seluruh persediaan barang atau jasa yang dibutuhkan. Pengelolaan inventori oleh suatu perusahaan dapat dilakukan dengan klasifikasi item.
Klasifikasi item dapat mendefinisikan permintaan barang maupun jasa dari setiap departemen dan dibatasi dengan Anggaran ketika adanya permintaan. Secara general, barang dikategorikan menjadi barang yang akan disimpan, barang yang dapat dijual, barang yang bisa dilakukan pembelian, barang yang akan berstatus aset tetap, barang yang akan berstatus sebagai bahan baku produksi. Nama kategori item bisa menjadi lebih detail dalam perusahaan, misalnya Barang (SPP) dan Asset. Yang mana keduanya memiliki kategori yang berbeda, bisa disimpan dan bisa juga barang yang akan berstatus aset tetap. Lebih detailnya lagi, barang di dalam suatu perusahaan bisa memiliki sub kategori. Seperti contoh pada tabel berikut:
| Category | Sub Category | Item Name |
| Barang (SPP) | Kamera | Kamera Digital |
| Barang (SPP) | Kamera | CCTV Indoor Camera |
| Barang (SPP) | Kamera | Kamera Analog |
| Barang (SPP) | Kamera | Kamera DSLR |
Kategori item dapat diklasifikasikan menjadi 2 level dan dapat menjadi beberapa sub kategori. Klasifikasi item dapat diselesaikan pada system. Informasi klasifikasi tersebut juga tertera pada master item.
Was this helpful?
0 / 0