Perbedaan Penjadwalan Jam Kerja Karyawan dalam Satu Departemen 

Dalam suatu perusahaan tentunya ada beberapa bagian yang dibagi untuk jobdesk dan penyelesain pekerjaannya masing masing, dalam suatu perusahaan tersebut juga diatur mekanisme penjadwalan kerja karyawan, biasanya jadwal kerja dibuat untuk keseluruhan perusahaan, namun berbeda untuk perusahaan yang terdapat departemen atau bagian yang merupakan bagian produksi maupun bagian yang harus bekerja 24 jam untuk mensupport kegiatan pekerjaan sehingga perlu diatur penjadwalan yang dapat mengakomodir mekanisme produksi yang harus berjalan 24 jam.

Untuk mengatur penjadwalan tersebut biasanya di departemen atau bagian tersebut diatur atau dibagi menjadi beberapa shift yang bekerja, untuk membuat pengaturan penjadwalan shift tersebut user SDM dapat mengatur penjadwalan karyawan pada menu employee’s working schedule amendment.

Pengaturan penjadwalan melalui menu employee’s working schedule amendment

Pada menu employee’s working schedule amendment mengatur penjadwalan karyawan berdasarkan 

  • Peroide penjadwalan / rentan tanggal penjadwalan karyawan 
  • Departemen yang diatur penjadwalannya 
  • Attendance group / shift kelompok kerja 
  • Site atau unit kerja 
  • Working schedule yang menentukan jadwal kerja karyawan 

Untuk menentukan beberapa shift yang dijadwalkan maka perlu membuat master attendace group terlebih dahulu 

Pada menu attendance group mengatur master shift berdasarkan pengelompokan per departemen atau bagian yang nantinya digunakan saat penjadwalan di employee’s working schedule amendment 

Sebelum mengatur penjadwalan melalui menu employee’s working schedule amendment perlu juga membuat master jadwal kerja untuk menentukan jam kerja (waktu mulai bekerja – waktu berakhirnya jam kerja) pada menu daily work schedule

Was this helpful?

1 / 0

Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *