Mengakomodir Selisih Kurs pada Transaksi Ekspor
Pada transaksi ekspor, pengiriman barang, pembuatan invoice serta pembayaran uang dari pembeli biasanya dilakukan menggunakan valuta asing/mata uang asing. Pencatatan dalam dokumen pengiriman ( pada sistem RUNS : DO to Customer), invoice ( pada sistem RUNS: Sales Invoice / Sales Invoice based on DO), serta bukti penerimaan uang dari pembeli ( pada sistem RUNS: voucher) semuanya dicatat menggunakan mata uang asing. Meskipun demikian, pencatatan pada jurnal yang terbentuk tetap akan dicatat menggunakan mata uang rupiah.
Hal ini dapat mengakibatkan selisih kurs apabila nilai mata uang asing terhadap rupiah pada saat invoice berbeda dengan voucher.
Misalkan PT X melakukan penjualan barang kayu yang akan diekspor ke USA. Segara dokumen pengiriman ekspor sudah siap dan dikirim ke pembeli. Kemudian pada ERP dicatat menggunakan menu DO to Customer , dengan inputan harga 100 USD dengan tanggal pengiriman 10 Juni 2022. Selanjutnya tagihan diterbitkan dan kirimkan ke pembeli. Kemudian pada ERP dicatat menggunakan menu Sales Invoice based on DO ( asumsi hanya menggunakan modul FICO saja), dengan inputan tagihan 100 USD pada tanggal pembuatan invoice 12 Juni 2022. Selanjutnya pembeli melakukan pembayaran dan uang diterima oleh perusahaan. Kemudian pada ERP dicatat menggunakan menu Voucher dengan uang yang diterima sejumlah 100 USD pada tanggal 15 Juni 2022.
Pada masing-masing menu akan tercatat jurnal otomatis oleh sistem RUNS. Jurnal otomatis yang terbentuk pada masing-masing menu apabila tidak ada kustomisasi dan kurs pada tanggal 10 Juni hingga 15 Juni 2022 adalah 1 USD=10000 rupiah adalah:
| Menu | Jurnal | Debit | Kredit |
| DO to Customer | Piutang Uninvoiced | 1000000 | |
| Pendapatan | 1000000 | ||
| Sales Invoice | Piutang invoiced | 1000000 | |
| Piutang uninvoiced | 1000000 | ||
| Voucher | Bank | 1000000 | |
| Piutang invoiced | 1000000 |
Apabila terdapat selisih kurs, misalkan kurs 10-12 Juni adalah 1 USD=10000 rupiah. Sedangkan kurs 15 Juni adalah 1 USD=10001 rupiah. Maka selisih kurs akan terjurnal secara otomatis pada sistem RUNS:
| Menu | Jurnal | Debit | Kredit |
| DO to Customer | Piutang Uninvoiced | 1000000 | |
| Pendapatan | 1000000 | ||
| Sales Invoice | Piutang invoiced | 1000000 | |
| Piutang uninvoiced | 1000000 | ||
| Voucher | Bank | 1000100 | |
| Selisih kurs | 100 | ||
| Piutang invoiced | 1000000 |
Untuk settingannya dapat menggunakan parameter :
-IsForeignCurrencyExchangeUseExpense=Y,
-AcNoForForeignCurrencyExchangeExpense= diisi COA apabila ada selisih kurs di debit(mengakibatkan beban selisih kurs)
-AcNoForForeignCurrencyExchangeGains= diisi COA apabila ada selisih kurs di kredit(mengakibatkan pendapatan selisih kurs)
-apabila beban dan pendapatan selisih kurs dicatat pada coa yang sama, biasanya COA beban. Maka tinggal diisi COA yang sama pada parameter kedua dan ketiga.
Was this helpful?
0 / 0