Perbedaan Pendaftaran Aset di Asset Management Module Lama dengan Asset Management Module Baru
Saat melakukan implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) tidak mungkin tidak akan melewati tahap yang dinamakan cut off atau pisah batas dalam melakukan transaksi untuk selanjutnya menggunakan system baru yang akan digunakan. Transaksi yang diinputkan bisa jadi tidak hanya transaksi yang muncul saat atau setelah tanggal cut off, tapi juga beberapa transaksi sebelum tanggal cut off. Hal ini karena transaksi tersebut merupakan rangkaian proses yang tidak bisa berjalan sendiri, sehingga historis proses sebelum tanggal cut off tetap harus diinputkan. Tidak terkecuali transaksi dalam mencatatkan aset.
Kini RUN System mengeluarkan modul baru khusus menangani masalah aset, yaitu Asset Management Module. Asset Management sendiri sebelumnya merupakan sub modul dari modul FICO. Tetapi karena kompleksitas permasalahan aset, maka dibuatlah modul tersendiri. Modul ini memuat pencatatan dan transaksi aset yang lama (aset yang sudah ada sebelum implementasi) dan aset yang baru. Lebih dari itu, modul ini juga mengakomodasi pencatatan aset perbaikan atau aset rekondisi dan masih banyak lagi manfaat dari modul ini.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas bagaimana cara mencatatkan nilai aset lama atau nilai aset yang sudah ada sebelum implementasi dilakukan dengan membandingkan transaksi di Asset Management lama dan yang baru saat dalam tahap cut off. Pada modul Asset Management yang lama, kita akan mencatatkan aset lama di menu Master Asset, tapi dengan modul Asset Management yang baru, kita akan mencatatkan aset lama di menu Initial Master Asset.
Gambar 1: Master Asset (Asset Management lama)
Notes
Bila saya menyebut Master Asset maka maksudnya adalah Master Asset di modul Asset Management yg lama
Gambar 2 : Initial Asset (Asset Management baru)
Kita bisa melihat pada gambar 1, di master aset kita akan memasukan nilai aset pada kolom asset value. Nilai yang diinputkan di kolom asset value merupakan nilai aset terakhir saat akan dilakukan cut off. Misal nilai aset perolehan sebesar 10.000.000 dan telah terdepresiasi sebesar 70.000.000, maka selisih dari nilai perolehan dengan depresiasinya adalah nilai yang akan diinputkan di kolo asset value (3.000.000). Hal ini karena pada saat melakukan depresiasi, asset value yang dimasukan di master asset menjadi dasar perhitungan awal depresiasi. Namun di sini terdapat kelemahan, yaitu nilai perolehan tidak tercatatkan di system, melainkan hanya nilai sisanya saja.
Sedangkan pada menu Initial Master Asset terdapat kolom asset value dan kolom acc. depr. (Opening Balance), yang mana pada kolom asset value merupakan informasi nilai aset perolehan sedangkan kolom acc. depr. (Opening Balance) merupakan nilai depresiasi aset saat dilakukan input opening balance. Untuk sisa nilai aset (aset perolehan – acc. depr (opening balance)) akan tergenerate otomatis pada transaksi selanjutnya. Sehingga saat melakukan awal depresiasi langsung mengambil sisa nilai aset dan ini juga yang menjadi kelebihan dari initial master asset.
Was this helpful?
0 / 0