Beda Harga Item untuk Customer yang Sama
Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Saat ini Indonesia mengalami masalah naiknya harga BBM disebabkan permintaan masyarakat akan BBM yang tinggi, sementara penyediaannya mengalami kekurangan yang membuat harga BBM tersebut menjadi naik. Kenaikan harga BBM memperberat beban hidup masyarakat terutama mereka yang berada di kalangan bawah dan juga para pengusaha, karena kenaikan BBM menyebabkan turunnya daya beli masyarakat dan itu akan mengakibatkan tidak terserapnya semua hasil produksi, banyak perusahaan akan menurunkan tingkat penjualan yang pada akhirnya juga akan menurunkan laba perusahaan. Namun, adapula yang meningkatkan harga barang dalam mendorong peningkatan permintaan dari customer.
Perusahaan manufaktur merupakan salah satu bidang yang sangat berdampak dalam inflasi. Harga bahan baku semakin tinggi yang membuat mereka harus menaikkan harga penjualan agar tetap profit. Tetapi bagaimana cara mengubah harga di ERP untuk satu customer, sedangkan harga yang lama masih berjalan di sistem?
Caranya adalah dengan mengubah harga di menu Item’s Price. Jika sebelum inflasi perusahaan menjual barang ke customer A seharga 100.00 rupiah/item, kemudian saat inflasi perusahaan harus menaikkan harga jual sebesar 20% agar tetap profit yaitu menjadi 120.000 rupiah/item. Tentu saja ada treatment khusus dalam perubahan harga item dalam satu customer yang sama. Caranya adalah membuat Item’s Price di awal seharga 100.000 rupiah/item tersebut dibuat Customer Quotation hingga terbentuk kontrak di Sales Order, kemudian dapat mengubah harga item untuk customer tersebut menjadi 120.000 rupiah/item dan dilanjutkan ke flow berikutnya.
Was this helpful?
0 / 0